Membantu Mewujudkan Niat Anda Ke Tanah Suci Bersama PT Cheria travel ( KBIH ) Wisata Tour Biro Travel Haji Plus dan Umroh
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Januari 2008
PKS-PAN siap Bekerja keras Menangkan Pilkada
SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.
Kamis, 17 Jan 2008,
Resmi Cawagub Jawa Barat
JAKARTA - Aktor laga yang juga anggota DPR Dede Yusuf resmi maju dalam ajang pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Barat (Jabar). Lewat koalisi PKS-PAN, tokoh berdarah Galuh Ciamis tersebut dipasangkan dengan Ahmad Heryawan.
PKS yang memiliki 14 kursi di DPRD Jabar mengusung Ahmad Heryawan yang juga wakil ketua DPRD DKI Jakarta dan ketua umum PUI (Persatuan Umat Islam) tersebut sebagai calon gubernur. Dede yang diusung PAN (7 kursi) menjadi calon wakil gubernur.
"Saya dan Ahmad Heryawan sama-sama 41 tahun. Saya mengalah karena Heryawan ternyata tiga bulan lebih tua," ujar Dede di Jakarta kemarin (16/1). Pasangan Heryawan-Dede (Hade) sudah disetujui DPP kedua partai.
Surat keputusan (SK) untuk keduanya sudah diteken Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir dan Presiden DPP PKS Tifatul Sembiring. Heryawan dan Dede juga sudah bertemu Soetrisno Bachir.
Sebelumnya, Dede diposisikan sebagai calon gubernur berpasangan dengan Avi Taufik Hidayat dari PKB. Namun, koalisi PAN-PKB tidak berlanjut karena kurang satu kursi untuk mencapai syarat minimal 15 persen. "Heryawan dan Dede adalah pasangan tokoh muda, tapi sama-sama duafa," ujar Soetrisno.
Karena itu, dia minta seluruh kader PAN dan PKS bekerja keras serta berjuang tanpa pamrih untuk memenangkan Heryawan-Dede. "Yang dilawan sangat berat. Mereka tokoh tua semua dan pasti berduit banyak," tegas pengusaha asal Pekalongan tersebut. Sementara itu, Heryawan-Dede hanya bermodal keberanian dan kepercayaan dari masyarakat, khususnya generasi muda.
Pendaftaran cagub-cawagub di KPUD Jabar ditutup 20 Januari mendatang. Pasangan yang dipastikan maju, selain Heryawan-Dede, adalah incumbent Gubernur Jabar Danny Setiawan yang berpasangan dengan Iwan Sulanjana (Partai Golkar-Partai Demokrat) serta Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim yang dicalonkan koalisi PPP.
PDIP dan PKB belum memutuskan apakah mengusung calon baru atau mendukung pasangan yang sudah ada. (adb/oni)
sumber : jawapos.17 januari 2008
Selasa, 15 Januari 2008
PKS -PAN Usung Ahmad Heryawan - Dede Yusuf dalam Pilkada Jabar
SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.
Daerah Jawa Barat
PKS-PAN Pastikan Koalisi,Usung Ahmad-Dede
Rabu, 16/01/2008
BANDUNG (SINDO) – PKS akhirnya memutuskan berkoalisi dengan PAN untuk mengusung pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Ahmad Heryawan-DedeYusuf. Ahmad Heryawan mengungkapkan, koalisi PKS-PAN sudah final.
”Saat ini, kami tinggal menunggu waktu untuk mendeklarasikan diri. Dalam waktu dekat,” ujarnya kepada SINDO,tadi malam.Menurut Ahmad, wacana koalisi merah putih antara PKS dan PDIP yang sempat mengemuka kembali terpaksa ”bubar” karena pihaknya tidak bisa menunggu lagi.
”PDIP terlalu lama menentukan sikap. Kami tak bisa menunggu lebih lama,” kata Ahmad yang saat ini masih menjabat sebagai wakil ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta.Dia juga mengakui, bila diminta memilih antara koalisi merah putih atau dengan PAN, pihaknya tentu akan lebih condong merapat ke PAN.Komunikasi politik pun lebih intensif dilakukan dengan PAN dibanding dengan PDIP.
Sementara itu, Koordinator Tim Sukses Dede Yusuf Adang Durahman Bokin mengungkapkan, Dede dan Ahmad sudah melakukan pertemuan khusus di Hotel Grand Mahakam Jakarta pada Senin (14/1) malam untuk mempersiapkan koalisi.Saat itu,hadir pula Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir.Sedangkan Ahmad Heryawan didampingi Ketua Desk Pilkada DPP PKS Abu Bakar Alhabsy.
”Deklarasinya dalam satu atau dua hari ini. Masa pendaftaran pasangan calon kan sudah sangat mepet,” ujar Adang di Jakarta, tadi malam. Dia menyatakan,kecil kemungkinan PKSPAN akan berkoalisi dengan PDIP.”Itu bisa saja.Tapi, untuk memformulasinya memang agak berat,”tandasnya.
Ketua DPW PAN Jabar Ahmad Adib Zain saat dikontak SINDO tadi malam mengaku sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk bertemu Ketua UmumDPPPANSoetrisnoBachir.
”Saya dipanggil ketua umum untuk membicarakan pilgub.Apa pun keputusannya, kamiakanmelaksanakan,”ujardia. Adib mengakui, pihaknya memang melakukan komunikasi intensif dengan PKS beberapa hari terakhir.”Konstituen PAN dan PKS hampir 75% memiliki satu kultur politikyangsama.Sebenarnya jika keduanya digabungkan tidak ada baru. Dede memiliki nilai jual karena namanya populer di masyarakat,”tukas Adib.
Sementara itu, Cawagub dari PKB Avi Taufik Hidayat mengaku,hingga kemarin pihaknya masih konsisten mengusung Dede-Avi sesuai kesepakatan PKB-PAN pada Desember 2007 lalu.Disinggung mengenai kabar bahwa PKB sudah merapat ke duet Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim, dia menekankan, pihaknya belum memberikan sikap.
”Kami memang dimintai pihak pengusung Agum-Nu’- man untuk memberi dukungan. Tapi belum ada kepastian dari kami karena merasa masih terikat koalisi dengan PAN,”paparnya.Sebelumnya diberitakan, jajaran DPW PKB Jabar akan bertemu dengan jajaran DPP PKB hari ini untuk membahas tindak lanjut dari keinginan Gus Dur agar PKB mendukung duet Agum-Nu’man.
Di tempat terpisah, anggota Tim Tujuh DPW PPP Jabar Hasan Zaenal menyatakan, pasangan Agum-Nu’man telah menjadi kesepakatan empat parpol.Karena itu, pihaknya tidak akan mengubah formasi duet tersebut hingga dideklarasikan meski peluang koalisi dengan parpol lainnya tetap terbuka.
”Kami dalam posisi menunggu sikap dari PKB dan PDIP.Selebihnya,koalisi antara PPP, PBB, PKPB, dan PBR tetap solid,”tandasnya. Sementara itu,Ketua DPD PDIP Rudi Harsa Tanaya mengatakan, pertemuan antara DPD PDIP dan DPP PDIP di Jakarta, kemarin, belum menghasikan keputusan apa pun.
”Bahkan, Ibu (Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri) kembali menegaskan mandatnya kepada DPD PDIP untuk memilih karena daerah dinilai lebih memahami perkembangan politik menjelang pilgub,”terang Rudi.DPD PDIP Jabar, lanjut Rudi, diberi deadline hingga Jumat (18/1) untuk membuat keputusan agar pada Sabtu (19/1) sudah bisa mendeklarasikan pasangan calon. Dia menanggapi dingin koalisi antara PKS-PAN yang mengusung Ahmad-Dede.
”Mereka hanya mencari bentuk saja. Kalau benar mereka berkoalisi, PDIP masih bisa mengusung pasangan calon sendiri karena memenuhi syarat minimal 15%,”jelas Rudi. Disinggung perkembangan Tim 7 PDIP-PPP,Rudi mengatakan, pihaknya belum mendapat kabar dari DPW PPP Jabar. ”Kami juga sedang bingung. Apakah harus PDIP yang mendekati PPP?”tanyanya.
Agum, Danny, dan Ahmad
Hasil survei Lembaga Studi Kebijakan Pembangunan (Lenskep) Jabar tentang popularitas para cagub menunjukkan bahwa Agum Gumelar, Danny Setiawan, dan Ahmad Heryawan menduduki peringkat tertinggi. Kepala Penelitian Pengembangan Lenskep Jabar, Jalu Pradhonomenyebutkan,Agum Gumelarmemilikinilaitertinggi dengan 82% suara.Peluangnya untuk dipilih sebesar 30%.
Sedangkan incumbent Danny Setiawan meraih nilai 56%. Peluangnya untuk dipilih 27%. Sementara itu,Ahmad Heryawan mendapat nilai 8% dan memilikipeluanguntukdipilih sebesar 10%. Penelitian ini menggunakan metode systematic random samplingdengan 5.006 responden dan dilaksanakan pada 23 Desember 2007 hingga 6 Januari 2008.
”Peluang setiap kandidat untuk merebut suara tambahan dan memenangi Pilgub cukup terbuka. Sebab, jumlah floating voter yang ada masih cukup besar yakni sekitar 24%,” ujarnya kepada wartawan di RM Ampera Jalan Supratman Kota Bandung, kemarin. Cawagub Partai Golkar- Parta Demokrat Iwan R Sulanjana kemarin menghadiri diskusi mengenai pencalonannya dengan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI/Polri (FKPPI) Jabar di Gedung Graha Manggala Siliwangi.
Iwan enggan berkomentar mengenai pertemuan tersebut. Sekjen FKPPI Jabar Yudi Priadi juga menolak memberikan keterangan. (yogi pasha/armydian/robby sanjaya/slamet parsono/ gin gin tigin ginulur)
Senin, 02 April 2007
Mengintip Pilkada Jabar 2008
Pemilihan Gubernur Jawa Barat tinggal setahun lagi. Sejumlah nama beredar. Jika sebelumnya nama Danny Setiawan, gubernur saat ini, melenggang sendirian, kini ada beberapa nama lain yang patut diperhitungkan oleh kubu pendukungnya.
KPU Jawa Barat menargetkan penyoblosan pemilihan gubernur Jabar bakal berlangsung pada 27 April 2008. Karena itu, pendaftaran calon diperkirakan bakal dibuka pada awal tahun 2008. Tak heran jika berbagai kalangan kian intensif mengelus jagoannya masing-masing.
Selama hampir setengah tahun terakhir, hanya nama Danny Setiawan yang menguat. posisinya sebagai incumbent "sempat" membikin ciut para kompetitor untuk melawannya. Bursa kandidat mulai ramai setelah sejumlah nama bermunculan sebagai cagub alternatif.Ini juga tak lepas dari kian santernya pengusutan kasus yang diarahkan pada keterlibatan Danny.
Yang paling serius untuk diperhitungkan adalah Letjen Endang Suwarya, saat ini masih menjabat Kasum TNI. Nama lulusan Akabri 1973 ini disuarakan Barindo yang dikaitkan dengan Letjen (Purn) M.Yasin dan juga oleh Patron yang dikaitkan dengan Mayjen TNI (Purn) Achdary, salah satu pentolan pendukung inti SBY dalam pemilu lalu. Meski demikian, kalangan ornop yang mengusung agenda HAM bakal mengutak-atik sepak terjangnya ketika menjadi Penguasa Darurat Militer di Aceh pada tahun 2003-2005 lalu.
Nama lain yang juga patut dicermati adalah Mayjen TNI (Purn) Sudradjat. Saat ini ia masih menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk China. Nama bekas Kapuspen TNI ini pernah melambung pada pemilihan gubernur 2002 lalu. Namun, belakangan mantan Dirjen Strahan Dephan ini menolak dicalonkan karena merasa ada yang tak pas dalam proses pencalonan tersebut. Nilai lebih Master jebolan Harvard ini adalah selain diperkirakan bisa menggaet investor dari China, Sudrajat dianggap sebagai sunda pituin dan juga dikenal sebagai jenderal santri. Dua faktor terakhir ini menjadi penting untuk konteks Jabar.
Dari kalangan kepolisian, mencuat setiganya tiga nama: Dadang Garnida, Nana Permana dan juga Makbul Padmanegara. Dua nama pertama pernah menjabat sebagai Kalpolda Jabar. Sedangkan Makbul, pernah menjadi Direktur Reserse di Polda Jabar dan kini memangku jabatan sebagai Wakapolri.
Dari kalangan sipil, nama yang muncul, cenderung timbul-tenggelam. Nama-nama Erryana Hardjapamengkas (wakil ketua KPK), Setia Permana (Ketua KPUD Jabar) dan UU Rukmana (Ketua PG Jabar), Dede Yusuf (artis, anggota DPR fraksi PAN dari pemilihan Ciamis-Kuningan), Ferry Mursyidan Baldan (anggota DPR dari Fraksi PG) pernah diisukan bakal melaju. Demikian juga nama ketua Kadin Indonesia, Moh. Hidayat.Namun, akhir-akhir ini tak terdengar lagi kasak-kusuknya.
Begitupun pernah digadang-gadang nama Sejen PSI,Moh Jumhur Hidayat. Namun semenjak dirinya menjabat sebagai Ketua BNP2TKI, banyak yang meragu dia akan terus melanjutkan pencalonan. Nama lainnya, yang patut dipertimbangkan adalah PRA Arief Natadiningrat, anggota DPD Jabar yang juga putra mahkota Kasepuhan Cirebon.
Yang justru cukup ramai adalah pertarungan memperebutkan posisi nomor dua. Sejumlah ketua parpol dan kepala daerah di Jabar dikabarkan tertarik mencari peruntungan untuk posisi itu. Nama ketua parpol yang pernah disebut adalah, Adib M. Zein (PAN),M. Avi Taufik Hidayat(PKB), UU Rukmana (PG) dan juga R Ajeng Suminar (PD) serta Rudi Harsa Tanaya (PDIP) yang sudah memperoleh sokongan dari jajaran DPD-nya.
Dari kalangan kepala daerah, yang terang-terang menyatakan keinginan menjadi wakil gubernur adalah Tutty Hayati Anwar, Bupati Majalengka. Adik mantan Gubernur Jabar Nuriana ini bahkan sudah mengajukan pengunduran diri dini pada Desember 2008 agar bisa berkonsentrasi dalam pencalonan. Padahal, masa jabatannya baru berakhir pada pertengahan 2008. Selain Tutty, Walikota Bandung Dada Rosada, Walikota Cimahi Itoch Tochija dan juga bupati Majalengka Irianto MS Syafiuddin juga disebut-sebut tengah mempertimbangan kemungkinan untuk "naik kelas' menjadi orang nomor dua ini Jabar.
Menahan Diri
Merujuk pada hasil pemilu 2004, hanya PDIP dan Golkar yang bisa mencalonkan kandidat tanpa perlu berkolasi dengan parpol lainnya. Dengan tambahan 1 kursi, PKS juga terbuka kesempatannya melaju sendirian. Berdasarkan itu, setidaknya ada 4 pasangan kandidat yang bakal melaju.
Meski sudah banyak nama yang beredar, parpol cenderung menahan diri.Ada kesan parpol-parpol besar enggan segera "masuk kotak" kandidat tertentu.
Namun, tidaklah terlalu mengejutkan jika nama Danny paling banyak dikaitkan dengan parpol tertentu.
Selain Golkar, PDIP dan PKB juga diprediksi bakal memberikan dukungannya kepada mantan Sekda Jabar di era Nuriana ini. Simpulan ini setidaknya mengacu pada pernyataan Taufik Kiemas (PDIP) dan Muhaimain Iskandar(PKB) yang dalam kesempatan berbeda memberikan sinyal positif kepada "DS" begitu kata sandi yang digunakan tim kampanye Dani untuk membahasakan dirinya. PAN, PKS dan PD juga disebut-sebut ingin mengusung dirinya.
Meski begitu justru parpol kecil duluan yang menyuarakan dukungannya secara terbuka. Sejumlah parpol yang tergabung dalam Aliansi Papandayan (PKPI, PBB, PDS dan PSI) belum lama ini telah mendeklarasikan dukungannya kepada Dany. Bahkan mereka juga mengusung ketua DPD PDIP Jabar, Rudi Harsa Tanaya sebagai wakilnya.
Yang agak repot justru PPP. "Istilahnya, katempuhan buntut maung, " ujar seorang politisi lokal. Maksudnya, dengan posisi kadernya sebagai wagub,Nu'man Hakiem, maka ada dorongan agar PPP mengincar posisi nomor satu. Padahal, desakan untuk tetap mendukung DS juga tak kalah kuat beredar di kalangan internal partai.
Skenario buruknya bakal seperti Wahidi, wakil bupati Majalengka yang juga Ketua DPC PKB setempat. Terjepit dalam skenario tak yang diduga,Wahidi akhirnya memang berpisah dengan Bupati saat itu. Namun dalam pencalonan posisinya tetap sebagai wakil, berdampingan dengan Qomar dari PD. Akhir ceritanya makin pedih karena ia harus kalah kelak.
Sejumlah calon lain seperti Dadang Garnida dikabarkan terus melobi jajaran PG dan juga PKB. Hal yang sama juga dilakukan Nana Permana di PKB. Geliat yang sama terjadi di tubuh PKS. Ada suara-suara untuk tak mendukung DS yang dianggap "bermasalah". Nama Sudradjat dan Makbul sempat beredar di partai ini.
Dari partai-partai yang ada, tak bisa dipungkiri,PKS-lah yang paling percaya diri mengusung kandidat pilihannya sendiri, siapapun orangnya. Perolehan suaranya pada pemilu lalu mencapai 2,3 juta suara, yang dikonversikan menjadi 14 kursi di DPRD Jabar (nomor tiga terbesar, setelah PG dan PDIP). Peraihan di Jabar ini merupakan 40% perolehan suara PKS di tingkat nasional.
Pada tingkatan pemilihan kepala daerah, dari 8 pilkada yang sudah digelar di Jawa Barat, baik sendiri maupun berkolasi, PKS sudah memenangkan 4 pilkada. Yaitu Depok, Kab. Bekasi, Kab. Sukabumi (sendiri) dan Cianjur (dengan PD). Raihan ini terbilang sangat menonjol jika, umpamanya, dibandingkan dengan PDIP yang hanya meraih kursi wakil bupati di kab Bandung (koalisi dengan Golkar dan PKB). Selain di kab Bandung, Golkar juga memenangkan pilkada di Karawang dan Majalengka. Satu pilkada lain dimenangkan PPP di Kab. Tasikmalaya.
Meski demikian, PKS diperkirakan hanya akan ngotot untuk memperebutkan posisi nomor dua. Karena target utamanya adalah meraih 8 juta suara di Jawa Barat pada pemilu 2009 nanti. Jadi, pilkada lebih banyak dimanfaatkan untuk "memanaskan" mesin politiknya.
Jika harus berhadapan dengan Danny, PKS diperkirakan bakal menggunakan isu "KKN". Sebagaimana diketahui, Danny disebut-sebut terkait sekurangnya dua kasus dugaan korupsi. Yang pertama, adalah pemberian dana kavling bagi anggota DPRD Jabar periode 1999-2004 (saat itu Danny menjabat sebagai Sekda-nya Nuriana) dan kedua pengadaan alat-alat berat(tahun anggaran 2003-2004). Meski begitu, sejauh ini, tak satupun bukti yang berhasil digaet aparat hukum untuk mencokoknya ke penjara.
Menurut seorang politisi lokal,keengganan parpol besar untuk buru-buru mengusung nama Danny lebih disebabkan kekhawatiran terhadap masa depan Danny. Hingga tulisan ini dibuat, berkas Danny masih terus dipelajari dan diolah oleh KPK dan Kejaksaan Agung.
Berpolitik.com
KPU Jawa Barat menargetkan penyoblosan pemilihan gubernur Jabar bakal berlangsung pada 27 April 2008. Karena itu, pendaftaran calon diperkirakan bakal dibuka pada awal tahun 2008. Tak heran jika berbagai kalangan kian intensif mengelus jagoannya masing-masing.
Selama hampir setengah tahun terakhir, hanya nama Danny Setiawan yang menguat. posisinya sebagai incumbent "sempat" membikin ciut para kompetitor untuk melawannya. Bursa kandidat mulai ramai setelah sejumlah nama bermunculan sebagai cagub alternatif.Ini juga tak lepas dari kian santernya pengusutan kasus yang diarahkan pada keterlibatan Danny.
Yang paling serius untuk diperhitungkan adalah Letjen Endang Suwarya, saat ini masih menjabat Kasum TNI. Nama lulusan Akabri 1973 ini disuarakan Barindo yang dikaitkan dengan Letjen (Purn) M.Yasin dan juga oleh Patron yang dikaitkan dengan Mayjen TNI (Purn) Achdary, salah satu pentolan pendukung inti SBY dalam pemilu lalu. Meski demikian, kalangan ornop yang mengusung agenda HAM bakal mengutak-atik sepak terjangnya ketika menjadi Penguasa Darurat Militer di Aceh pada tahun 2003-2005 lalu.
Nama lain yang juga patut dicermati adalah Mayjen TNI (Purn) Sudradjat. Saat ini ia masih menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk China. Nama bekas Kapuspen TNI ini pernah melambung pada pemilihan gubernur 2002 lalu. Namun, belakangan mantan Dirjen Strahan Dephan ini menolak dicalonkan karena merasa ada yang tak pas dalam proses pencalonan tersebut. Nilai lebih Master jebolan Harvard ini adalah selain diperkirakan bisa menggaet investor dari China, Sudrajat dianggap sebagai sunda pituin dan juga dikenal sebagai jenderal santri. Dua faktor terakhir ini menjadi penting untuk konteks Jabar.
Dari kalangan kepolisian, mencuat setiganya tiga nama: Dadang Garnida, Nana Permana dan juga Makbul Padmanegara. Dua nama pertama pernah menjabat sebagai Kalpolda Jabar. Sedangkan Makbul, pernah menjadi Direktur Reserse di Polda Jabar dan kini memangku jabatan sebagai Wakapolri.
Dari kalangan sipil, nama yang muncul, cenderung timbul-tenggelam. Nama-nama Erryana Hardjapamengkas (wakil ketua KPK), Setia Permana (Ketua KPUD Jabar) dan UU Rukmana (Ketua PG Jabar), Dede Yusuf (artis, anggota DPR fraksi PAN dari pemilihan Ciamis-Kuningan), Ferry Mursyidan Baldan (anggota DPR dari Fraksi PG) pernah diisukan bakal melaju. Demikian juga nama ketua Kadin Indonesia, Moh. Hidayat.Namun, akhir-akhir ini tak terdengar lagi kasak-kusuknya.
Begitupun pernah digadang-gadang nama Sejen PSI,Moh Jumhur Hidayat. Namun semenjak dirinya menjabat sebagai Ketua BNP2TKI, banyak yang meragu dia akan terus melanjutkan pencalonan. Nama lainnya, yang patut dipertimbangkan adalah PRA Arief Natadiningrat, anggota DPD Jabar yang juga putra mahkota Kasepuhan Cirebon.
Yang justru cukup ramai adalah pertarungan memperebutkan posisi nomor dua. Sejumlah ketua parpol dan kepala daerah di Jabar dikabarkan tertarik mencari peruntungan untuk posisi itu. Nama ketua parpol yang pernah disebut adalah, Adib M. Zein (PAN),M. Avi Taufik Hidayat(PKB), UU Rukmana (PG) dan juga R Ajeng Suminar (PD) serta Rudi Harsa Tanaya (PDIP) yang sudah memperoleh sokongan dari jajaran DPD-nya.
Dari kalangan kepala daerah, yang terang-terang menyatakan keinginan menjadi wakil gubernur adalah Tutty Hayati Anwar, Bupati Majalengka. Adik mantan Gubernur Jabar Nuriana ini bahkan sudah mengajukan pengunduran diri dini pada Desember 2008 agar bisa berkonsentrasi dalam pencalonan. Padahal, masa jabatannya baru berakhir pada pertengahan 2008. Selain Tutty, Walikota Bandung Dada Rosada, Walikota Cimahi Itoch Tochija dan juga bupati Majalengka Irianto MS Syafiuddin juga disebut-sebut tengah mempertimbangan kemungkinan untuk "naik kelas' menjadi orang nomor dua ini Jabar.
Menahan Diri
Merujuk pada hasil pemilu 2004, hanya PDIP dan Golkar yang bisa mencalonkan kandidat tanpa perlu berkolasi dengan parpol lainnya. Dengan tambahan 1 kursi, PKS juga terbuka kesempatannya melaju sendirian. Berdasarkan itu, setidaknya ada 4 pasangan kandidat yang bakal melaju.
Meski sudah banyak nama yang beredar, parpol cenderung menahan diri.Ada kesan parpol-parpol besar enggan segera "masuk kotak" kandidat tertentu.
Namun, tidaklah terlalu mengejutkan jika nama Danny paling banyak dikaitkan dengan parpol tertentu.
Selain Golkar, PDIP dan PKB juga diprediksi bakal memberikan dukungannya kepada mantan Sekda Jabar di era Nuriana ini. Simpulan ini setidaknya mengacu pada pernyataan Taufik Kiemas (PDIP) dan Muhaimain Iskandar(PKB) yang dalam kesempatan berbeda memberikan sinyal positif kepada "DS" begitu kata sandi yang digunakan tim kampanye Dani untuk membahasakan dirinya. PAN, PKS dan PD juga disebut-sebut ingin mengusung dirinya.
Meski begitu justru parpol kecil duluan yang menyuarakan dukungannya secara terbuka. Sejumlah parpol yang tergabung dalam Aliansi Papandayan (PKPI, PBB, PDS dan PSI) belum lama ini telah mendeklarasikan dukungannya kepada Dany. Bahkan mereka juga mengusung ketua DPD PDIP Jabar, Rudi Harsa Tanaya sebagai wakilnya.
Yang agak repot justru PPP. "Istilahnya, katempuhan buntut maung, " ujar seorang politisi lokal. Maksudnya, dengan posisi kadernya sebagai wagub,Nu'man Hakiem, maka ada dorongan agar PPP mengincar posisi nomor satu. Padahal, desakan untuk tetap mendukung DS juga tak kalah kuat beredar di kalangan internal partai.
Skenario buruknya bakal seperti Wahidi, wakil bupati Majalengka yang juga Ketua DPC PKB setempat. Terjepit dalam skenario tak yang diduga,Wahidi akhirnya memang berpisah dengan Bupati saat itu. Namun dalam pencalonan posisinya tetap sebagai wakil, berdampingan dengan Qomar dari PD. Akhir ceritanya makin pedih karena ia harus kalah kelak.
Sejumlah calon lain seperti Dadang Garnida dikabarkan terus melobi jajaran PG dan juga PKB. Hal yang sama juga dilakukan Nana Permana di PKB. Geliat yang sama terjadi di tubuh PKS. Ada suara-suara untuk tak mendukung DS yang dianggap "bermasalah". Nama Sudradjat dan Makbul sempat beredar di partai ini.
Dari partai-partai yang ada, tak bisa dipungkiri,PKS-lah yang paling percaya diri mengusung kandidat pilihannya sendiri, siapapun orangnya. Perolehan suaranya pada pemilu lalu mencapai 2,3 juta suara, yang dikonversikan menjadi 14 kursi di DPRD Jabar (nomor tiga terbesar, setelah PG dan PDIP). Peraihan di Jabar ini merupakan 40% perolehan suara PKS di tingkat nasional.
Pada tingkatan pemilihan kepala daerah, dari 8 pilkada yang sudah digelar di Jawa Barat, baik sendiri maupun berkolasi, PKS sudah memenangkan 4 pilkada. Yaitu Depok, Kab. Bekasi, Kab. Sukabumi (sendiri) dan Cianjur (dengan PD). Raihan ini terbilang sangat menonjol jika, umpamanya, dibandingkan dengan PDIP yang hanya meraih kursi wakil bupati di kab Bandung (koalisi dengan Golkar dan PKB). Selain di kab Bandung, Golkar juga memenangkan pilkada di Karawang dan Majalengka. Satu pilkada lain dimenangkan PPP di Kab. Tasikmalaya.
Meski demikian, PKS diperkirakan hanya akan ngotot untuk memperebutkan posisi nomor dua. Karena target utamanya adalah meraih 8 juta suara di Jawa Barat pada pemilu 2009 nanti. Jadi, pilkada lebih banyak dimanfaatkan untuk "memanaskan" mesin politiknya.
Jika harus berhadapan dengan Danny, PKS diperkirakan bakal menggunakan isu "KKN". Sebagaimana diketahui, Danny disebut-sebut terkait sekurangnya dua kasus dugaan korupsi. Yang pertama, adalah pemberian dana kavling bagi anggota DPRD Jabar periode 1999-2004 (saat itu Danny menjabat sebagai Sekda-nya Nuriana) dan kedua pengadaan alat-alat berat(tahun anggaran 2003-2004). Meski begitu, sejauh ini, tak satupun bukti yang berhasil digaet aparat hukum untuk mencokoknya ke penjara.
Menurut seorang politisi lokal,keengganan parpol besar untuk buru-buru mengusung nama Danny lebih disebabkan kekhawatiran terhadap masa depan Danny. Hingga tulisan ini dibuat, berkas Danny masih terus dipelajari dan diolah oleh KPK dan Kejaksaan Agung.
Berpolitik.com
Minggu, 18 Maret 2007
Jawa Barat Bersiap Pilkada Serentak
Jawa Barat Siap Pemilihan Kepada Daerah Secara Serentak
TEMPO Interaktif, Bandung:Meskipun Rancangan Undang-undang Penyelenggara Pemilihan masih digodok Panitia Khusus DPR RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak seperti yang diisyaratkan undang-undang.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dany Setiawan, jika telah diatur para kepala daerah di wilayahnya masa jabatannya habis secara berbarengan atau berdekatan sekurang-kurangnya 30 hari bisa dilakukan pemilihan secara serentak.
"Kalau aturannya bisa dilakukan seperti itu, kami siap melaksanakannya," ujar Dany saat ditemui di sela-sela kegiatan Peringatan Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja di Alun-alun Cianjur, kemarin.
Dany mengaku siap melaksanakan aturan tentang pejabat yang mencalonkan kembali (incumbent) yang diharuskan mengundurkan diri dari jabatannya sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum mencalonkan diri.
"Tapi, sampai saat ini kami belum menerima aturan yang mengatur masalah tersebut. Kalau aturannya sudah ada, ya kenapa tidak. Saya tetap menghormati hasil keputusan Mahkamah Agung soal aturan tersebut," imbuh Dany.
Sumber : Tempointeraktif

PKS Story

TEMPO Interaktif, Bandung:Meskipun Rancangan Undang-undang Penyelenggara Pemilihan masih digodok Panitia Khusus DPR RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak seperti yang diisyaratkan undang-undang.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dany Setiawan, jika telah diatur para kepala daerah di wilayahnya masa jabatannya habis secara berbarengan atau berdekatan sekurang-kurangnya 30 hari bisa dilakukan pemilihan secara serentak.
"Kalau aturannya bisa dilakukan seperti itu, kami siap melaksanakannya," ujar Dany saat ditemui di sela-sela kegiatan Peringatan Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja di Alun-alun Cianjur, kemarin.
Dany mengaku siap melaksanakan aturan tentang pejabat yang mencalonkan kembali (incumbent) yang diharuskan mengundurkan diri dari jabatannya sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum mencalonkan diri.
"Tapi, sampai saat ini kami belum menerima aturan yang mengatur masalah tersebut. Kalau aturannya sudah ada, ya kenapa tidak. Saya tetap menghormati hasil keputusan Mahkamah Agung soal aturan tersebut," imbuh Dany.
Sumber : Tempointeraktif
PKS Story
![]() |
| Dapatkan PKS Toolbar Di sini: Gratis |
Langganan:
Postingan (Atom)
Hubungi Kami:
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Entri Populer
-
Setelah mengalami penurunan biaya onh tahun 2011 di harapkan di tahun 2012 ongkos naik haji atau ONH bisa turun lagi dikisaran 30 juta rup...
-
Bukan hanya penyakit kronis yang menahun, antrian calon jamaah haji di Indonesia juga sudah cukup panjang. Di sisi lain, hal ini menggamba...
-
=== Google News Alert for: Travel Umrah === The Business of Hajj elan: The Guide to Global Muslim Culture According to Madinah Chamber ...
-
Semangat kaum muslimin indonesia untuk menunaikan ibadah haji sungguh luar biasa, bagi yg ingin segera menunaikan ibadah ini secepatnya bany...
-
Sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap kali ada kerabat atau tetangga yang pulang dari menunaikan ibadah haji , selalu ditengok untuk se...
-
Dapatkan Bisnis Waralaba / Franchise Travel Haji dan Umrah Dari PT.Happy Prima Wisata hanya dengan Rp.135.000.000 Saja Informasi dan Presen...
-
Di Tanah Suci, baik Makkah Al Mukaromah maupun Madinah Al-Munawarah, juga terdapat tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan tempat pela...
-
Supaya perjalanan ke Tanah Suci dalam rangka menunaikan Ibadah Haji berjalan dengan baik dan lancar, ada baiknya beberapa hal dipersiapkan. ...
-
Menunaikan ibadah haji memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Selain mempersiapkan fisik Anda juga wajib menyiapkan diri dengan membekal...
-
Asyik deh, Daftar umrah plus di cheria travel selain banyak program dan paketnya juga ada diskon bagi rombongan keluarga dan perusahaan.
