Dukungan masyarakat dari berbagai elemen terhadap pasangan calon Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) semakin menguat. Ini terlihat dari antusias masyarakat dalam merespons program unggulan yang ditawarkan oleh Ahmad Subchan yang merupakan kader PKS sekaligus anggota DPRD Propinsi Jawa Timur. “Program Sinar sangat selaras dengan kepentingan berbagai elemen masyarakat. Baik itu dari kalangan masyarakat kelas bawah, pengusaha, para kiai, ulama dan habaib serta para pemuka agama non muslim,” kata Choiul Amri, Ketua DPD PKS Kota Malang.
Menurut Amri, dukungan masyarakat ini merupakan kepercayaan terhadap figur calon pemimpin masa depan yang bersih, jujur dan menyejukkan. Apalagi dengan tawaran program pembangunan yang mengakomodasi seluruh kepentingan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Berbagai program pembangunan dan kesejahteraan sosial yang ditawarkan, menjadikan masyarakat merasa dilibatkan secara aktif. Respons positif telah ditunjukkan para tokoh RT, RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di seluruh Kota Malang.
“Para tokoh masyarakat merasa terpacu untuk menjadikan lingkungannya lebih baik. Apalagi pembangunan itu bisa dilakukan sendiri sesuai dengan kebutuhan warga. Yakni program blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun,” tandas Amri.
Berikut komitmen SINAR yang sempat terpublikasikan melalui media massa. Komitmen yang akan ditagih oleg Rakyat bila pasangan SINAR terpilih menjadi walikota Malang.
1. Tingkatkan Peran Seni Budaya
Malang - Surya-Pasangan calon Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) menunjukkan komitmennya memperhatikan seluruh kepentingan masyarakat Kota Malang. Aspek kesenian dan kebudayaan yang selama ini masih terpinggirkan mendapatkan perhatian. “Sinar sangat memperhatikan seni dan budaya yang tumbuh di Kota Malang. Kami bertekad mengembangkan seni dan budaya tidak hanya sekedar hiburan dan pariwisata,” kata Ahmad Subchan.
Menurut Subchan, pengembangan seni dan budaya merupakan sarana untuk meningkatkan etos kerja masyarakat. Selain itu sebagai sarana untuk menyatukan dan mengoptimalkan seluruh potensi masyarakat.
Komitmen Sinar terhadap seni dan budaya sudah tidak diragukan lagi. Di sela-sela kesibukannya saat menggeluti rutinitas sebagai anggota DPRD Jatim, Ahmad Subchan selalu menyempatkan untuk berbaur dan berdiskusi dengan pelaku seni budaya di Kota Malang.
“Kota Malang memiliki karya seni dan budaya yang berpotensi untuk dikembangkan. Selama ini masyarakat selalu berjuang sendiri untuk menghidupkan seni budaya,” tandas Subchan.
Ditambahkan, karya nyata para pelaku seni budaya akan difasilitasi dan dipromosikan hingga pada tingkat nasional dan internasional. Di antaranya dengan memberikan akses ruang untuk berekspresi dan mengembangkan bakat yang dimiliki para seniman. oen
2. Teken Kontrak Politik, Mundur Jika Progam Tak Jalan
Ribuan pendukung pasangan calon Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) mengikuti kampanye terbuka di Jl Simpang Balapan, Kota Malang, Senin (14/7). Massa yang mengenakan kupluk putih, juga menggelar kampanye keliling kota. Dalam orasi politiknya, cawali Ahmad Subchan menyatakan, sengaja ingin tampil beda saat menyapa warga Kota Malang. Dengan mengenakan kupluk putih, ia ingin menunjukkan pada masa mendatang pembangunan di Kota Malang menjadi lebih baik dan lebih maju.
“Dengan niat yang bersih, kita dapat meraih kemenangan dengan bersih. Dengan kampanye simpatik, kita akan tunjukkan kepada masyarakat agar bersimpati kepada Sinar,” tandas Subchan.
Sinar juga menandatangani kontrak politik, yang salah satu isinya siap mundur apabila dalam tempo tiga tahun tidak menjalankan programnya.
Beberapa poin kontrak politik yakni memeratakan kualitas pendidikan yang murah dan terjangkau. Mengasuransikan kesehatan gratis bagi seluruh warga miskin, meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan. Mengalokasikan dana blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun, santunan kematian Rp 1 juta per keluarga. Serta dana bantuan untuk modin, guru ngaji, serta rumah ibadah secara adil dan merata.
Dalam bidang ekonomi, Sinar akan menggairahkan iklim investasi dan usaha serta keseimbangan antar UMKM, pengusaha menengah dan besar. UMKM akan dianggarkan Rp 20 miliar untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Serta menghidupkan karya seni, budaya dan olahraga.
“Komitmen itu akan kami laksanakan dalam tempo singkat. Kami siap mengundurkan diri bila dalam 3 tahun tidak berhasil menjalankan janji dan komitmennya,” tandas Ahmad Subchan.
3. Prioritaskan Arema Main di Gajayana
Kerinduan Aremania untuk menyaksikan kesebelasan Arema bermain di Stadion Gajayana bakal terjawab jika pasangan Ahmad Subchan - KH Noor Chozin Askandar (Sinar) terpilih sebagai Wali Kota Malang. Arema yang selama ini bermarkas di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, akan diprioritaskan berlaga di tengah Kota Malang.
“Kami akan mengupayakan agar kesebelasan Arema bisa bermain di Stadion Gajayana. Ini untuk mewujudkan kerinduan dan mendekatkan Aremania mendukung tim kesayangannya,” kata Ahmad Subchan.
Kecintaan cawali Ahmad Subchan pada pemuda dan olahraga dilandasi pada hobi yang selama ini dijalaninya. Disela-sela kegiatannya yang padat sebagai anggota DPRD Jatim, Subchan selalu bermain bulu tangkis dan sepakbola dengan pemuda kampung halamannya.
“Sinar akan berusaha menjaga dan mengembangkan sarana dan prasarana olahraga. Seperti sepak bola, bulu tangkis, seluruh jenis cabang olahraga,” tandasnya.
Dengan berolahraga, kata Subchan, akan membuat masyarakat bergairah dan kuat serta menjadi hiburan murah. Selain itu, prestasi cabang olahraga akan berkembang dan menjadikan Kota Malang sebagai barometer olahraga di Indonesia.
4. Pemberian blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun
Tim kampanye pasangan calon Ahmad Subchan – KH Noor Chozin Askandar (Sinar) gencar membedah APBD Kota Malang pada masyarakat. Dari total anggaran Rp 760 miliar, sebanyak Rp 500 miliar akan dikelola untuk kepentingan masyarakat.
“Kami menjelaskan konsep APBD. Setelah dikurangi biaya pemerintahan Rp 260 miliar, masih tersisa Rp 500 miliar yang bisa dipergunakan untuk kepentingan rakyat,” kata Ahmad Azhar Moeslim, Manajer Operasional Pemenangan Sinar.
Menurut Azhar Moeslim, program andalan Sinar yakni pemberian blockgrant Rp 100 juta per RW/tahun hanya akan menyerap Rp 53,3 miliar. Sedangkan santunan kematian Rp 1 juta per keluarga diperkirakan hanya 4.500 jiwa per tahun atau menyerap anggaran Rp 4,5 miliar.
“Masalah pendidikan yang sering membuat kebingungan karena mahalnya biaya, juga akan teratasi. Karena Sinar telah berkomitmen menyelenggarakan pendidikan bermutu dengan biaya murah dan penyediaan bea siswa bagi warga miskin,” tandas Azhar Moeslim.
Sinar juga mengalokasikan asuransi kesehatan gratis bagi warga miskin dan subsidi sembako murah. Menyediakan anggaran Rp 20 miliar untuk usaha mikro kecil dan menengah, pengentasan kemiskinan dan pengangguran.
“Masyarakat sangat antusias menerima pemaparan APBD yang selama ini gelap dan tertutup. Sinar berkomitmen selalu transparan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tandas Azhar Moeslim.
5. Janji Muliakan Perempuan
Hari ketiga kampanye pasangan calon Ahmad Subchan-KH Noor Chozin Askandar (Sinar) difokuskan pada kegiatan yang mendukung program perempuan. Hal ini sebagai bentuk komitmen memberdayakan dan memuliakan kaum perempuan. “Pemberdayaan kaum perempuan menjadi salah satu prioritas Sinar. Potensi kaum perempuan yang jumlahnya cukup besar harus mendapatkan tempat dalam perumusan dan pengambilan kebijakan pembangunan,” kata Ahmad Subchan.
Menurut Subchan, peningkatan peran perempuan dalam pembangunan merupakan bagian dari program yang tidak terpisahkan dalam tiga strategi pencapaian. “Perempuan akan terlibat secara aktif dalam pembangunan Kota Malang. Aspirasi mereka yang tergabung dalam berbagai organisasi perempuan akan menjadi rujukan bagi pengambilan kebijakan,” tandasnya.
Subchan menandaskan, pemuliaan kaum perempuan didasarkan atas peranannya dalam mendidik anak. Kaum perempuan tak ubahnya seperti madrasah, tempat menggembleng bagi generasi mendatang.
“Perempuan harus memiliki kreatifitas dalam mendidik anak. Karenanya pemerintah harus berkomitmen untuk memberdayakan dan memuliakan kaum perempuan. Kami akan memberikan ruang khusus di fasilitas umum bagi ibu menyusui,” tegas Subchan.
Pada kampanye di Kecamatan Sukun, Sinar mengunjungi dan menyapa ibu-ibu yang sedang berada di Posyandu Janti, Bakalan Krajan dan Bandung Rejosari. Selain itu, memperkenalkan diri pada para pedagang Pasar Gadang
Membantu Mewujudkan Niat Anda Ke Tanah Suci Bersama PT Cheria travel ( KBIH ) Wisata Tour Biro Travel Haji Plus dan Umroh
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kota Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kota Malang. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Juli 2008
Senin, 02 Juni 2008
PILKADA KOTA MALANG : Deklarasi Pasangan Subchan-Noer Meriah
PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009
Type rest of the post here
Sunday, 01 June 2008
MALANG (SINDO) – Pasangan Cawali-Cawawali Kota Malang, Ahmad Subchan-KH Noechozin Askandar (Sinar) dan Aries Pudjangkoro- Mohan Katelu kemarin dideklarasikan.
Pasangan Sinar diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Barisan Arek Malang (BAM) yang merupakan koalisi parpol nonparlemen. Sedangkan pasangan Aman diusung hasil koalisi Partai Golkar (PG) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Pasangan Sinar menggelar deklarasi di GOR Ken Arok, sementara Aman mendeklarasikan diri di Gedung Kesenian Gajayana.
Aksi tersebut semakin menunjukkan bahwa mereka mulai menunjukkan kekuatan (show of force) terhadap lawan politiknya. Acara deklarasi kedua pasangan calon kontestan pemilihan wali kota (pilwali) ini memang digelar secara sederhana. Pasangan Sinar menggelar doa bersama dan syukuran, sementara pasangan Aman menggelar doa dan syukuran bersama 200 anak yatim piatu. Namun, deklarasi ini tetap mengerahkan massa pendukungnya.
”Deklarasi ini untuk mengenalkan calon sekaligus meminta restu dan dukungan warga Malang terhadap calon yang kamiusung,”ujarKetuaManajer Operasional Pemenangan (MOP) Ahmad Subchan Ahmad Azhar Moeslim. Azhar mengatakan,pencarian pasangan Sinar telah melalui perjalanan panjang. Pencarian pasangan itu juga telah memperhatikan berbagai aspek warga kota yang sangat majemuk.
Karena itu, PKS beserta BAM tetap optimistis pasangan ini telah mewakili pluralitas warga Kota Malang. Sedangkan cawali dari pasangan Aman, Aries Pudjangkoro menegaskan, Aman ingin tetap bersama masyarakat Kota Malang yang kondisinya sedang terpuruk akibat kenaik- an harga BBM, dengan demikian pelaksanaan deklarasi ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.
”Kami prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat, karena itu kami memilih menggelar doa dan syukuran bersama dengan 200 anak yatim piatu, sebagai salah satu bentuk rasa empati dan keprihatinan kami atas kondisi saat ini,”terangnya. Sementara itu, pihak penyelanggaran Pilwali Kota Malang, dalam hal ini KPUD Kota Malang, dan Panwas Pilwali Kota Malang, sudah menghimbau agar tim sukses dan pasangan calon menjaga etika politiknya baik sebelum hingga sesudah pelaksanaan Pilwali.
Namun, himbauan yang bertujuan untuk menekan suhu panas, jelang pelaksanaan Pilwali Kota Malang ini belum juga diindahkan. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya atribut yang terpasang di tempat umum, dan adanya kegiatan kampanye terselubung.Padahalaksi-aksi semacam ini telah membuahkan konflik, yang sudah merambah pada aksi tindak kekerasan, seperti yang beberapa hari lalu dialami oleh para kader PKS di wilayah Kelurahan Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
”Kami belum bisa melakukan tindakan apa-apa karena para pasangan calon belum resmi di tetapkan, tetapi kami sudah mengeluarkan himbauan agar atribut kampanye di tempat umum untuk sementara ini diturunkan,” tegas Ketua Panwas Pilwali Nurudin Hady. (yuswantoro)
Type rest of the post here
Sunday, 01 June 2008
MALANG (SINDO) – Pasangan Cawali-Cawawali Kota Malang, Ahmad Subchan-KH Noechozin Askandar (Sinar) dan Aries Pudjangkoro- Mohan Katelu kemarin dideklarasikan.
Pasangan Sinar diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Barisan Arek Malang (BAM) yang merupakan koalisi parpol nonparlemen. Sedangkan pasangan Aman diusung hasil koalisi Partai Golkar (PG) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Pasangan Sinar menggelar deklarasi di GOR Ken Arok, sementara Aman mendeklarasikan diri di Gedung Kesenian Gajayana.
Aksi tersebut semakin menunjukkan bahwa mereka mulai menunjukkan kekuatan (show of force) terhadap lawan politiknya. Acara deklarasi kedua pasangan calon kontestan pemilihan wali kota (pilwali) ini memang digelar secara sederhana. Pasangan Sinar menggelar doa bersama dan syukuran, sementara pasangan Aman menggelar doa dan syukuran bersama 200 anak yatim piatu. Namun, deklarasi ini tetap mengerahkan massa pendukungnya.
”Deklarasi ini untuk mengenalkan calon sekaligus meminta restu dan dukungan warga Malang terhadap calon yang kamiusung,”ujarKetuaManajer Operasional Pemenangan (MOP) Ahmad Subchan Ahmad Azhar Moeslim. Azhar mengatakan,pencarian pasangan Sinar telah melalui perjalanan panjang. Pencarian pasangan itu juga telah memperhatikan berbagai aspek warga kota yang sangat majemuk.
Karena itu, PKS beserta BAM tetap optimistis pasangan ini telah mewakili pluralitas warga Kota Malang. Sedangkan cawali dari pasangan Aman, Aries Pudjangkoro menegaskan, Aman ingin tetap bersama masyarakat Kota Malang yang kondisinya sedang terpuruk akibat kenaik- an harga BBM, dengan demikian pelaksanaan deklarasi ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.
”Kami prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat, karena itu kami memilih menggelar doa dan syukuran bersama dengan 200 anak yatim piatu, sebagai salah satu bentuk rasa empati dan keprihatinan kami atas kondisi saat ini,”terangnya. Sementara itu, pihak penyelanggaran Pilwali Kota Malang, dalam hal ini KPUD Kota Malang, dan Panwas Pilwali Kota Malang, sudah menghimbau agar tim sukses dan pasangan calon menjaga etika politiknya baik sebelum hingga sesudah pelaksanaan Pilwali.
Namun, himbauan yang bertujuan untuk menekan suhu panas, jelang pelaksanaan Pilwali Kota Malang ini belum juga diindahkan. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya atribut yang terpasang di tempat umum, dan adanya kegiatan kampanye terselubung.Padahalaksi-aksi semacam ini telah membuahkan konflik, yang sudah merambah pada aksi tindak kekerasan, seperti yang beberapa hari lalu dialami oleh para kader PKS di wilayah Kelurahan Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
”Kami belum bisa melakukan tindakan apa-apa karena para pasangan calon belum resmi di tetapkan, tetapi kami sudah mengeluarkan himbauan agar atribut kampanye di tempat umum untuk sementara ini diturunkan,” tegas Ketua Panwas Pilwali Nurudin Hady. (yuswantoro)
Rabu, 14 Mei 2008
Sebulan, Baliho Cawali Malang asal PKS Dirusak
PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009
Type rest of the post here
Baliho Kadidat Walikota Malang Subchan Dirusak
MALANG - Baliho Ahmad Subchan, salah satu kandidat Walikota Malang dirusak oleh oknum tidak bertanggungjawab di sejumlah tempat, Minggu (20/04/2008). Baliho tersebut dijumpai di pertigaan Janti, Tebo Selatan, dan Bakalan Krajan, seluruhnya berlokasi di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kondisi ketiga baliho tersebut mengenaskan dan nyaris tidak dikenali lagi, bahkan di Bakalan Krajan baliho Subchan dirobohkan dan di bakar.
Imam, saksi mata yang ditemui di lokasi mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 02.00 Minggu dini hari. "Mereka hanya menggunakan dua sepeda motor dan menggunakan cadar penutup muka," ungkap Imam. Menurut Imam, oknum tersebut merobek baliho Subchan menggunakan clurit dan senjata tajam lain, "Tidak begitu jelas, tapi mereka menggunakan senjata tajam," ungkap warga RT 4 RW 1 ini.
Dihubungi terpisah, Ahmad Azhar Moeslim selaku ketua Manajemen Operasional Pemenangan Ahmad Subchan mengatakan keprihatinannya, "Sebagai warga negara kita jelas sangat terpukul dengan peristiwa ini. Tindakan pengrusakan jelas tidak dibenarkan." Menurut Azhar, aktivitas ini bukan dilakukan oleh warga setempat karena selama ini warga sangat welcome menyambut Subchan, "Kita sudah sering menyapa warga disana, mereka tertarik dengan visi dan misi Subchan dan siap untuk mendukung Beliau," ujar Azhar.
Berkaitan dengan pengrusakan tersebut, Azhar menghimbau kepada segenap pendukung dan simpatisan Ahmad Subchan untuk menahan diri dan tidak terprovokasi, "tindakan itu (pengrusakan.red) bisa saja untuk memicu tindakan balik, tapi kami tidak akan terprovokasi dan terus melakukan sosialisasi simpatik untuk masyarakat. Biarkan masyarakat yang menilai," pungkas Azhar.
Sementara itu, Choirul Amri justru berpendapat lain. Menurut Ketua DPD PKS Kota Malang ini, pengrusakan itu, selain karena ketidaksukaan, juga untuk membuat down mental kader-kadernya yang bekerja dilapangan. "Kader-kader kami terus bekerja mengenalkan Pak Subchan ke seluruh kampung yang ada di Kota Malang ini. Pengrusakan ini bisa saja untuk membuat mental mereka down."
Amri menambahkan bahwa baliho Subchan yang dipasang tersebut legal dan ada izin dari Satpol PP maupun Dinas Perizinan, "Jadi tidak mungkin dilakukan oleh institusi pemerintahan karena kita berizin, sedangkan baliho yang terpampang di jalan-jalan pemukiman penduduk juga sudah diketahui oleh tokoh masyarakat dan ketua RT/ RW setempat." Amri juga mengingatkan kepada segenap pendukung Ahmad Subchan untuk bisa menjaga atribut Subchan di wilayahnya masing-masing.
Type rest of the post here
Baliho Kadidat Walikota Malang Subchan Dirusak
MALANG - Baliho Ahmad Subchan, salah satu kandidat Walikota Malang dirusak oleh oknum tidak bertanggungjawab di sejumlah tempat, Minggu (20/04/2008). Baliho tersebut dijumpai di pertigaan Janti, Tebo Selatan, dan Bakalan Krajan, seluruhnya berlokasi di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kondisi ketiga baliho tersebut mengenaskan dan nyaris tidak dikenali lagi, bahkan di Bakalan Krajan baliho Subchan dirobohkan dan di bakar.
Imam, saksi mata yang ditemui di lokasi mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 02.00 Minggu dini hari. "Mereka hanya menggunakan dua sepeda motor dan menggunakan cadar penutup muka," ungkap Imam. Menurut Imam, oknum tersebut merobek baliho Subchan menggunakan clurit dan senjata tajam lain, "Tidak begitu jelas, tapi mereka menggunakan senjata tajam," ungkap warga RT 4 RW 1 ini.
Dihubungi terpisah, Ahmad Azhar Moeslim selaku ketua Manajemen Operasional Pemenangan Ahmad Subchan mengatakan keprihatinannya, "Sebagai warga negara kita jelas sangat terpukul dengan peristiwa ini. Tindakan pengrusakan jelas tidak dibenarkan." Menurut Azhar, aktivitas ini bukan dilakukan oleh warga setempat karena selama ini warga sangat welcome menyambut Subchan, "Kita sudah sering menyapa warga disana, mereka tertarik dengan visi dan misi Subchan dan siap untuk mendukung Beliau," ujar Azhar.
Berkaitan dengan pengrusakan tersebut, Azhar menghimbau kepada segenap pendukung dan simpatisan Ahmad Subchan untuk menahan diri dan tidak terprovokasi, "tindakan itu (pengrusakan.red) bisa saja untuk memicu tindakan balik, tapi kami tidak akan terprovokasi dan terus melakukan sosialisasi simpatik untuk masyarakat. Biarkan masyarakat yang menilai," pungkas Azhar.
Sementara itu, Choirul Amri justru berpendapat lain. Menurut Ketua DPD PKS Kota Malang ini, pengrusakan itu, selain karena ketidaksukaan, juga untuk membuat down mental kader-kadernya yang bekerja dilapangan. "Kader-kader kami terus bekerja mengenalkan Pak Subchan ke seluruh kampung yang ada di Kota Malang ini. Pengrusakan ini bisa saja untuk membuat mental mereka down."
Amri menambahkan bahwa baliho Subchan yang dipasang tersebut legal dan ada izin dari Satpol PP maupun Dinas Perizinan, "Jadi tidak mungkin dilakukan oleh institusi pemerintahan karena kita berizin, sedangkan baliho yang terpampang di jalan-jalan pemukiman penduduk juga sudah diketahui oleh tokoh masyarakat dan ketua RT/ RW setempat." Amri juga mengingatkan kepada segenap pendukung Ahmad Subchan untuk bisa menjaga atribut Subchan di wilayahnya masing-masing.
Sabtu, 10 Mei 2008
PILKADA KOTA MALANG : PKS PASANGKAN SUBHAN DENGAN KYAI
PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009
Type rest of the post here
Subchan Pilih KH Noerchozin
Malang - Surya-Koalisi PKS, PPP dan Barisan Arek Malang (BAM) akhirnya memilih KH Noerchozin Askandar sebagai calon wakil wali kota (cawawali) mendampingi Ahmad Subchan. KH Noerchosim Askandar yang juga Wakil Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang ini menyisihkan kandidat cawawali Satrija Budi Wibawa (SBW). “Beliau (KH Noerchozin Askandar) sudah mendapat restu dari para habaib dan ulama di Kota Malang. Ini adalah pilihan yang terbaik,” kata Ahmad Azhar Moeslim, Manajer Operasional Pemenangan Ahmad Subchan kepada Surya, Senin (5/5).
Menurut Azhar, penggabungan dua figur ini merupakan jawaban atas heterogenitas masyarakat Kota Malang yang butuh pemimpin muda, jujur dengan pendamping kearifan orang tua. Sehingga diharapkan dapat menjadikan Kota Malang yang indah dan sejahtera.
Sementara KH Noerchozin Askandar yang dihubungi Surya mengaku belum menerima pemberitahuan secara formal dari PKS. Namun ia menyatakan kesiapannya jika dipercaya mendampingi Ahmad Subchan untuk running pemilihan wali kota (pilwali).
“Saya memang terlibat dalam proses diskusi-diskusi. Pada masa ta'aruf (perkenalan) juga ingin mengetahui siapa jati dirinya. Sebagai sesama orang yang berkomitmen terhadap dakwah Islam, tentu sudah tidak ada kendala,” tandas Noerchozin Askandar.
Sementara Ketua PC NU Kota Malang KH Marzuki Mustamar menyatakan, pihaknya belum bisa menentukan sikap terhadap kadernya yang maju mendampingi Ahmad Subchan. Karena secara kelembagaan, NU belum mendapat laporan peminangan salah seorang kadernya.
“Kami masih belum tahu apakah itu positif atau tidak. Karena kami belum menerima pemberitahuan resminya,” kata KH Marzuki Mustamar.
Dikatakan, secara institusi NU tidak pernah melarang atau mendorong kadernya untuk maju dalam pilwali. Karena itu, pihaknya meminta agar institusi NU tidak dilibatkan dalam politik
Type rest of the post here
Subchan Pilih KH Noerchozin
Malang - Surya-Koalisi PKS, PPP dan Barisan Arek Malang (BAM) akhirnya memilih KH Noerchozin Askandar sebagai calon wakil wali kota (cawawali) mendampingi Ahmad Subchan. KH Noerchosim Askandar yang juga Wakil Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang ini menyisihkan kandidat cawawali Satrija Budi Wibawa (SBW). “Beliau (KH Noerchozin Askandar) sudah mendapat restu dari para habaib dan ulama di Kota Malang. Ini adalah pilihan yang terbaik,” kata Ahmad Azhar Moeslim, Manajer Operasional Pemenangan Ahmad Subchan kepada Surya, Senin (5/5).
Menurut Azhar, penggabungan dua figur ini merupakan jawaban atas heterogenitas masyarakat Kota Malang yang butuh pemimpin muda, jujur dengan pendamping kearifan orang tua. Sehingga diharapkan dapat menjadikan Kota Malang yang indah dan sejahtera.
Sementara KH Noerchozin Askandar yang dihubungi Surya mengaku belum menerima pemberitahuan secara formal dari PKS. Namun ia menyatakan kesiapannya jika dipercaya mendampingi Ahmad Subchan untuk running pemilihan wali kota (pilwali).
“Saya memang terlibat dalam proses diskusi-diskusi. Pada masa ta'aruf (perkenalan) juga ingin mengetahui siapa jati dirinya. Sebagai sesama orang yang berkomitmen terhadap dakwah Islam, tentu sudah tidak ada kendala,” tandas Noerchozin Askandar.
Sementara Ketua PC NU Kota Malang KH Marzuki Mustamar menyatakan, pihaknya belum bisa menentukan sikap terhadap kadernya yang maju mendampingi Ahmad Subchan. Karena secara kelembagaan, NU belum mendapat laporan peminangan salah seorang kadernya.
“Kami masih belum tahu apakah itu positif atau tidak. Karena kami belum menerima pemberitahuan resminya,” kata KH Marzuki Mustamar.
Dikatakan, secara institusi NU tidak pernah melarang atau mendorong kadernya untuk maju dalam pilwali. Karena itu, pihaknya meminta agar institusi NU tidak dilibatkan dalam politik
Senin, 12 November 2007
Suhu Politik Pilkada Kota Malang
SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.
DepanPercetakanMarCommIklanSirkulasiSurat PembacaHome Malang Life Peni Mengklaim Didukung Kiai NU, Golkar dan PKS Peni Mengklaim Didukung Kiai NU, Golkar dan PKS
Tuesday, 13 November 2007
Malang - Surya
Suhu politik mulai menghangat menyusul bakal digelarnya Pilwali Kota Malang tahun depan. Malahan calon incumbent Peni Suparto mulai mengklaim mendapatkan dukungan dari para kiai NU dan sejumlah partai politik.
Wali Kota Malang Peni Suparto mengklaim telah mendapat dukungan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) untuk running pemilihan wali kota Malang (Pilwali) 2008 mendatang. Selain para ulama, dukungan juga mengalir dari partai pendukung yakni PDIP, Partai Golkar dan PKS.
“Mereka yang sudah mendukung saya yakni dari PDIP sejak tahun 2005 lalu dan Partai Golkar. Para kiai-kiai NU juga sudah memberikan dukungannya,” kata Wali Kota Peni Suparto kepada wartawan, Senin (12/11).
Meski telah memiliki basis dukungan kuat, namun hingga saat ini Peni masih belum mengantongi nama calon yang bakal menjadi pasangannya. Karena penentuan pasangan tersebut akan diserahkan kepada tim yang baru dibentuk pada Februari 2008 mendatang.
“Belum ada kriteria seperti apa calon pasangan saya itu. Tentu ia harus bisa bekerja sama dengan saya, laki-laki ataupun perempuan. Tapi saya lebih sreg (tepat) jika pasangan itu perempuan. Bisa lebih kompak dalam bekerja sama,” ujar Peni.
Sebagai kader partai ia tidak memiliki alasan untuk menolak amanah partai. Apalagi dukungan itu juga mengalir dari para ulama. “Saya tidak memiliki alasan untuk menolak menerima amanah tersebut. Bahkan para kiai NU itu menganggap saya adalah pemimpin yang cukup adil dalam mengayomi masyarakat,” tandasnya.
Sementara Wakil Ketua PC NU Kota Malang, Syaifudin Zuhri menyatakan, bahwa institusi NU tidak pernah memberikan dukungan kepada Peni Suparto. Jika Peni mengklaim mendapat dukungan dari kiai NU hanya masalah image saja. “NU tidak pernah memberikan dukungan kepada calon wali kota. Tidak ada rapat ataupun keputusan dukung mendukung dalam politik,” tegasnya.
Menurutnya, adanya klaim ulama NU yang telah mendukung Peni Suparto tidak terlepas dari budaya masyarakat. Siapapun ulamanya, jika didatangi pejabat tentu akan memberikan dukungan seperti yang diharapkan. Namun mereka bukan membawa institusi NU. “Mungkin itu hanya person-person yang rodok (agak,red) nakal. Silahkan saja, itu hak mereka sebagai tokoh kultural NU,” tandasnya. oen
PKS Belum Melamar
Klaim Peni Suparto telah mendapat dukungan dari PKS dibantah mentah-mentah kubu PKS. Anggota DPRD Kota Malang dari PKS, Ahmad Azhar Muslim SE, mengaku kaget dengan klaim Peni itu.
Azhar mengaku mendengar pernyataan Peni setelah ada anggota DPRD dari fraksi lain menanyakan masalah ini lewat telepon. Dia menanyakan apa benar PKS telah melamar Peni untuk dicalonkan sebagai Wali Kota Malang dalam pilwali 2008.
Menurut penelepon itu, ungkap Azhar, Peni melontarkan klaim itu ketika ada acara halal bihalal 'Kebangsaan' yang digelar di Gedung Kesenian Gajayana, Minggu (11/11). ”Kami memang diundang dalam kegiatan itu, tetapi tidak hadir,” ungkap Azhar, Senin (12/11).
Terkait klaim Peni, Azhar menegaskan, bahwa PKS sampai saat ini belum memberikan dukungan ataupun melamar Peni untuk dicalonkan pada Pilwali 2008. ”Saya nggak tahu apa maksud Peni menyampaikan hal itu,” ungkap Azhar.
Namun Azhar mengakui kalau partainya telah melakukan survei ke masyarakat terkait bakal calon (balon) dalam Pilwali Kota Malang 2008. Ketika itu terjaring 16 nama dari parpol, tokoh masyarakat, tokoh agama dan akademisi.
Hal senada diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat terpilih, Subur Triono SE. Menurut Subur yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Malang ini, partainya sampai sekarang belum memikirkan nama calon. Yang jelas, pada Pilwali Kota Malang 2008 nanti, Demokrat dapat mengusung sendiri paket calon.
Subur enggan menyebut nama calon dari Demokrat nanti. Menurut dia, calon dari partainya bisa dari internal maupun luar partai. ”Siapa calon dari Demokrat nanti, kami serahkan ke masyarakat untuk memilihnya. Yang jelas masyarakat akan memilih calon yang terbaik,” ungkapnya.
Sebelumnya, para kader dan pimpinan Golkar maupun PAN sudah terang-terangan menyatakan bahwa mereka akan koalisi dengan mengusung bakal calon Drs R Aries Poedjangkoro MM dan Mohan Katelu (Arema). Aries Poedjangkoro kini menduduki Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, sedang Mohan Katelu sebagai Ketua DPD PAN Kota Malang.
Sementara Ketua PKB Kota Malang Fathol Arifin mengakui bahwa nama Peni Suparto memang mencuat di basis PKB. Namun demikian, PKB belum tentu memuluskan Peni sebagai kandidat yang harus didukung.
“PKB belum ada rapat untuk menentukan dukungan kepada siapa. Apakah kami akan merekomendasikan kader sendiri atau orang lain, tergantung hasil keputusan rapat,” kata Fathol Arifin. ekn/oen
DepanPercetakanMarCommIklanSirkulasiSurat PembacaHome Malang Life Peni Mengklaim Didukung Kiai NU, Golkar dan PKS Peni Mengklaim Didukung Kiai NU, Golkar dan PKS
Tuesday, 13 November 2007
Malang - Surya
Suhu politik mulai menghangat menyusul bakal digelarnya Pilwali Kota Malang tahun depan. Malahan calon incumbent Peni Suparto mulai mengklaim mendapatkan dukungan dari para kiai NU dan sejumlah partai politik.
Wali Kota Malang Peni Suparto mengklaim telah mendapat dukungan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) untuk running pemilihan wali kota Malang (Pilwali) 2008 mendatang. Selain para ulama, dukungan juga mengalir dari partai pendukung yakni PDIP, Partai Golkar dan PKS.
“Mereka yang sudah mendukung saya yakni dari PDIP sejak tahun 2005 lalu dan Partai Golkar. Para kiai-kiai NU juga sudah memberikan dukungannya,” kata Wali Kota Peni Suparto kepada wartawan, Senin (12/11).
Meski telah memiliki basis dukungan kuat, namun hingga saat ini Peni masih belum mengantongi nama calon yang bakal menjadi pasangannya. Karena penentuan pasangan tersebut akan diserahkan kepada tim yang baru dibentuk pada Februari 2008 mendatang.
“Belum ada kriteria seperti apa calon pasangan saya itu. Tentu ia harus bisa bekerja sama dengan saya, laki-laki ataupun perempuan. Tapi saya lebih sreg (tepat) jika pasangan itu perempuan. Bisa lebih kompak dalam bekerja sama,” ujar Peni.
Sebagai kader partai ia tidak memiliki alasan untuk menolak amanah partai. Apalagi dukungan itu juga mengalir dari para ulama. “Saya tidak memiliki alasan untuk menolak menerima amanah tersebut. Bahkan para kiai NU itu menganggap saya adalah pemimpin yang cukup adil dalam mengayomi masyarakat,” tandasnya.
Sementara Wakil Ketua PC NU Kota Malang, Syaifudin Zuhri menyatakan, bahwa institusi NU tidak pernah memberikan dukungan kepada Peni Suparto. Jika Peni mengklaim mendapat dukungan dari kiai NU hanya masalah image saja. “NU tidak pernah memberikan dukungan kepada calon wali kota. Tidak ada rapat ataupun keputusan dukung mendukung dalam politik,” tegasnya.
Menurutnya, adanya klaim ulama NU yang telah mendukung Peni Suparto tidak terlepas dari budaya masyarakat. Siapapun ulamanya, jika didatangi pejabat tentu akan memberikan dukungan seperti yang diharapkan. Namun mereka bukan membawa institusi NU. “Mungkin itu hanya person-person yang rodok (agak,red) nakal. Silahkan saja, itu hak mereka sebagai tokoh kultural NU,” tandasnya. oen
PKS Belum Melamar
Klaim Peni Suparto telah mendapat dukungan dari PKS dibantah mentah-mentah kubu PKS. Anggota DPRD Kota Malang dari PKS, Ahmad Azhar Muslim SE, mengaku kaget dengan klaim Peni itu.
Azhar mengaku mendengar pernyataan Peni setelah ada anggota DPRD dari fraksi lain menanyakan masalah ini lewat telepon. Dia menanyakan apa benar PKS telah melamar Peni untuk dicalonkan sebagai Wali Kota Malang dalam pilwali 2008.
Menurut penelepon itu, ungkap Azhar, Peni melontarkan klaim itu ketika ada acara halal bihalal 'Kebangsaan' yang digelar di Gedung Kesenian Gajayana, Minggu (11/11). ”Kami memang diundang dalam kegiatan itu, tetapi tidak hadir,” ungkap Azhar, Senin (12/11).
Terkait klaim Peni, Azhar menegaskan, bahwa PKS sampai saat ini belum memberikan dukungan ataupun melamar Peni untuk dicalonkan pada Pilwali 2008. ”Saya nggak tahu apa maksud Peni menyampaikan hal itu,” ungkap Azhar.
Namun Azhar mengakui kalau partainya telah melakukan survei ke masyarakat terkait bakal calon (balon) dalam Pilwali Kota Malang 2008. Ketika itu terjaring 16 nama dari parpol, tokoh masyarakat, tokoh agama dan akademisi.
Hal senada diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat terpilih, Subur Triono SE. Menurut Subur yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Malang ini, partainya sampai sekarang belum memikirkan nama calon. Yang jelas, pada Pilwali Kota Malang 2008 nanti, Demokrat dapat mengusung sendiri paket calon.
Subur enggan menyebut nama calon dari Demokrat nanti. Menurut dia, calon dari partainya bisa dari internal maupun luar partai. ”Siapa calon dari Demokrat nanti, kami serahkan ke masyarakat untuk memilihnya. Yang jelas masyarakat akan memilih calon yang terbaik,” ungkapnya.
Sebelumnya, para kader dan pimpinan Golkar maupun PAN sudah terang-terangan menyatakan bahwa mereka akan koalisi dengan mengusung bakal calon Drs R Aries Poedjangkoro MM dan Mohan Katelu (Arema). Aries Poedjangkoro kini menduduki Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, sedang Mohan Katelu sebagai Ketua DPD PAN Kota Malang.
Sementara Ketua PKB Kota Malang Fathol Arifin mengakui bahwa nama Peni Suparto memang mencuat di basis PKB. Namun demikian, PKB belum tentu memuluskan Peni sebagai kandidat yang harus didukung.
“PKB belum ada rapat untuk menentukan dukungan kepada siapa. Apakah kami akan merekomendasikan kader sendiri atau orang lain, tergantung hasil keputusan rapat,” kata Fathol Arifin. ekn/oen
Langganan:
Postingan (Atom)
Hubungi Kami:
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Kantor : Gedung twink Lt 3, Jl Kapten Tendean no. 82, Mampang Prapatan Jakarta Selatan
Telp: 021-73888872/021-70692409
Email : cheriatna@gmail.com
Entri Populer
-
Setelah mengalami penurunan biaya onh tahun 2011 di harapkan di tahun 2012 ongkos naik haji atau ONH bisa turun lagi dikisaran 30 juta rup...
-
Bukan hanya penyakit kronis yang menahun, antrian calon jamaah haji di Indonesia juga sudah cukup panjang. Di sisi lain, hal ini menggamba...
-
=== Google News Alert for: Travel Umrah === The Business of Hajj elan: The Guide to Global Muslim Culture According to Madinah Chamber ...
-
Semangat kaum muslimin indonesia untuk menunaikan ibadah haji sungguh luar biasa, bagi yg ingin segera menunaikan ibadah ini secepatnya bany...
-
Sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap kali ada kerabat atau tetangga yang pulang dari menunaikan ibadah haji , selalu ditengok untuk se...
-
Dapatkan Bisnis Waralaba / Franchise Travel Haji dan Umrah Dari PT.Happy Prima Wisata hanya dengan Rp.135.000.000 Saja Informasi dan Presen...
-
Di Tanah Suci, baik Makkah Al Mukaromah maupun Madinah Al-Munawarah, juga terdapat tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan tempat pela...
-
Supaya perjalanan ke Tanah Suci dalam rangka menunaikan Ibadah Haji berjalan dengan baik dan lancar, ada baiknya beberapa hal dipersiapkan. ...
-
Menunaikan ibadah haji memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Selain mempersiapkan fisik Anda juga wajib menyiapkan diri dengan membekal...
-
Asyik deh, Daftar umrah plus di cheria travel selain banyak program dan paketnya juga ada diskon bagi rombongan keluarga dan perusahaan.
